Kamu Tahu Siapa Saya!?

13 Tahun bukan waktu sebentar, itu masa yang cukup lama saya jalani sambil berdedikasi untuk negeri yang pernah luluh lantak dihantam tsunami 24 Desember 2016. Kawasan ini adalah wilayah ‘kuasa’ saya ketika semua sepi nyaris tanpa penghuni.

Tapi, pengalaman dan perkenalan yang lama itu rupanya bukan waktu yang cukup untuk menyatakan bahwa diri ini sudah begitu akrab dengan segala apa yang terjadi di Jantung Hate, setiap harinya.

Deg! Berdegup jantung, ada riak rasa yang menjalar di sekujur tubuh, dingin menjalar, lalu hangat. Emosi mulai memuncak, manakala seseorang menghardik saya dengan suara cukup keras di depan banyak orang.

"Kamu siapa? tanya-tanya!" suaranya agak keras.
"Arif, Serambi Indonesia," jawab saya sambil terus memotret.
"Saya menetap di kawasan ini juga pak," jawab saya.
"Mana kartunya!? Masa tinggal di kawasan ini tidak tahu saya. Kamu tahu siapa saya,?"
"Tidak..." jawab saya pelan.
"Saya Pak Keuchik!" kata lelaki bertopi itu. Wajahnya kurang enak saya lihat.
"Pak, itu pak Arif memang kami undang pak, ia kawannya.. ... juga." jawab ibu-ibu membantu menjelaskan. Siapa saya. dan siapa yang undang saya ke acara tersebut.

Kisah Minggu pagi, 13 November tak bisa saya lupakan. Hardikan yang menurut saya kurang etik disampaikan. Toh, saya bukan pencuri yang sedang menyelinap di antara kerumunan orang.
Saya datang di suatu acara atas undangan panitia. Kebetulan saja saya tiba lebih awal dari lelaki yang mengaku keuchik tersebut.

Kejadian ini, memang mengingatkan saya kembali akan satu tips dasar jika saya memandu pelatihan jurnalistik. Yakni mengenalkan diri sebagai wartawan saat meliput. Jangan lupa bawa kartu pers, kemana saja setiap bekerja sebagai jurnalis. Pada kasus ini, saya sadar ini persoalan teknis yang seharusnya juga menjadi perhatian bagi seorang jurnalis.

Sial, Minggu kemarin memang saya tidak bawa kartu pers.  Pagi itu, sama seperti kebanyakan orang saya berolahraga sambil berputar-putar di kawasan Jantung Hate, di mana saya pernah menetap cukup lama di kawasan ini.  

Tahu seluk-beluknya dan bagaimana orang-orang di kawasan ini hidup. Mulai saluran air, pencuri, iuran keamanan, iuran sampah, hingga urusan got yang mampet di kompleks pernah saya tahu.

Saya pikir karena hanya kegiatan biasa dan wilayah yang cukup familier, ya saya putuskan mendekat ke kerumunan ibu-ibu yang bawa spanduk sambil bersihkan taman di kawasan itu. Di luar dugaan, gampong yang terkenal berpenghuni para kaum intelektual yang berkutat di kampus, ternyata punya pemimpin yang begitu angkuh.

Bahasanya tak enak didengar, cara  menghardiknya tak pantas dilakukan seorang yang memimpin jamaah orang berpendidikan.

Pulang ke rumah, lalu saya berfikir apa yang salah dari saya sehingga dihardik begitu. Mungkin dari pakaian? Sehingga lelaki itu menghardik seperti ke anak kecil? Memang saya pakai dan celana panjang santai karena memang hari untuk meregangkan otot setiap paginya. Mungkin saya terlihat sangat muda, jika memakai kaos oblong? Bisa jadi karena jika pakai kemeja atau celana bawahan berbahan kain, memang lebih terlihat sudah sangat bapak-bapak banget.

Saya lalu bertanya ke jejaring  yang saya kenal di kawasan ini. Wah, ternyata kesannya sama dan banyak kasus yang ditemuai berkaitan dengan sikap lelaki yang mengaku keuchik tadi.

“Wah, kamu juga digituin ya? Dia memang begitu,” kata kolega saya yang juga penduduk di kawasan itu. Teman saya itu kemudian bercerita pernah direndahkan di depan umum oleh lelaki itu.

Sulit lupa, untuk satu hardikan yang tak beretika itu. Saya bukan pencuri, saya orang yang datang ke gampong itu saat banyak yang diam tak berbuat banyak untuk membersihkan sampah dan kotoran bekas ie beuna, 26 Desember 2004.

Pak Keuchik, semoga membaca ini. Maaf pak, saya kira saya sudah terkenal. Jadi lupa saya mengenalkan diri kepada Anda hebat dan terkenal itu!! 

Tapi, sepertinya anda juga lupa, bahwa hidup di Kota Madani ini, semua perilaku dan sikap aparaturnya diukur dengan sejauh mana ia memiliki akhlakul karimah dan memuliakan setiap ‘tamu’ yang datang.


Dicari Masjid Ramah Anak

MASJID ramah anak? Kedengarannya baru tetapi sebenarnya ini sudah lama menjadi keprihatinan banyak jamaah masjid terutama yang sudah memiliki anak. 

Mereka kerap mengeluhkan belum samanya persepsi para pengurus masjid terhadap keberadaan anak-anak di dalam masjid.

Berikut, kultwit yang disampaikan Bendri Jaisyurrahman  via akun @ajobendri yang berbagi pengalaman soal anak-anak dan masjid sebagai pusat peradaban umat islam.

Saya ingin berbagi pengalaman kawan saya yang berjuang agar anak-anak punya hak untuk berada di dalam masjid

Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid

Anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid

Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik dan mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan

Anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Pilihannya playstation dan game online. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah

Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sebab waktu kecil selalu dimusuhi saat di masjid

Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dalam perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak

Anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sebab mereka banyak dihukum dan dimarahi jika bermain-main di masjid

Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh ibadah. Ternyata banyak mereka yang tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal.

Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia

Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak-anak dianggap warga kelas dua

Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tempat untuk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan

Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid

Masjid kalah bersaing dengan mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum

Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yang lain yang diajarkan rasul: memuliakan anak-anak khususnya di masjid

Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dengan digendong seraya bermain di masjid

Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya

Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid

Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mungkin jarang terdengar atau sengaja dilupakan sebagian orang. Padahal mereka mengaku pencinta rasul

Alhamdulillah setelah banyak dialog dengan pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah

Bahkan ada yang berinisiatif membuat area bermain bagi anak-anak serta menyediakan pampers bagi mereka

Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dari agama

Jika sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima

Indahnya jika kita lihat anak-anak saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama disana. Masjid pun ramai

Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan masjid

Jika masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dengan konser lady gaga atau sejenisnya. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mereka semua hatinya terpaut ke masjid

Jadi dari sekarang, mari buat masjid sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid

Jika sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet-warnet dan gameonline, bahwa masjid sekarang asyik lho. Bahkan punya area bermain. Niscaya warnet sepi


Mudah-mudahan ada pengurus masjid yang baca postingan ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid. Saya berdoa semoga terwujud. Aamiin.

Menghitung Hari Kematian

SEORANG ayah yang berduka saat anaknya meninggal melakukan hal yang tidak biasa. Ia sanggup menuliskan status kepergian buah hatinya itu hingga hari ke-1000 di Blackberry Mesengger-nya.
Adalah Sophan Sosila, AT, orangtua yang sanggup menuliskan hitungan hari-hari setelah kepergian anaknya, Desky Putra Fhandika yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Banda Aceh.
Sophan Sosila, AT juga menerbitkan buku kisah nyata detik-detik meninggal anak kesayangannya itu.
Buku berjudul “Anakku Bunga Surgaku” yang diterbitkan Bandar Publishing, Banda Aceh itu diluncurkan 13 April 2014 lalu.
Sejak hari pertama meninggal, Sophan mulai menuliskan status hari-hari tanpa kehadiran anak lelaki yang disayanginya itu.
“Saya sudah ikhlas, tetapi sayang kami sekeluarga kami rangkai dengan menulis status menghitung hari setelah ia tiada,” ujar Sophan.
Apa yang dilakukannya, juga dilakukan sang Istri, Eka Roziana.
“Sampai kami sanggup menulisnya, entah sampai kapan. Sampai kami sanggup kami terus menulis hari kepergiannya,” kata Eka.
Hari ini, Jumat (13/5/2016) almarhum Desky Putra Fhandika genap 1000 hari meninggal.
Pada status BBM Sophan Sosila, tertera status “DPF 1000-telah 1000 hari kepergian Anakku Tercinta Menghadap sang illahi..pa ma & adek semakin merindukannmu,”
Kepergian alumnus SMA 1 Banda Aceh ini juga menjadi duka bagi keluarga besar sekolah itu. Pada peluncuran perdana buku kisah Anakku Bunga Surgaku, seluruh keluarga besar sekolah ini hadir.
Bahkan, 500 eksemplar buku pada peluncuran perdana habis dibeli siswa dan pelajar di Banda Aceh.
Berkisah kematian seorang remaja yang sedang belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Banda Aceh, buku ‘Anakku Bunga Surgaku’ yang ditulis Sophan Sosila AT, sukses meraih hati para orangtua di Aceh.
Tidak sedikit para remaja dan kalangan pendidik memiliki buku tersebut untuk diberikan kepada anak-anak mereka.
Cetakan kedua dengan tampilan yang lebih menarik dengan koleksi foto-foto berwarna, saat ini sudah tersedia di Toko Buku Zikra, Jl KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh.
Selain di Zikra, buku ini juga dijual di Bandar Buku, Lamnyong dan seluruh jaringan penerbit Bandar Publishing di Aceh.
Buku inspiratif berjudul ‘Anakku Bunga Surgaku’ adalah buku biografi kematian yang mengisahkan banyak hal tentang siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh, Desky Putra Fhandika, yang meninggal dalam sebuah kecelakaan pada 13 Agustus 2013. (ari/serambinews.com)

Ini Dia Penghalang Datangnya Rezeki

BANYAK di antara kita mengeluarkan banyak biaya untuk kursus atau mengikuti seminar percepatan rezeki, menjadi pengusaha sukses, dan banyak pelatihan lain agar kekayaan, kesejahteraan itu wujud.

Tidak sedikit yang merasa tak berhasil dan rezeki juga keberkahan hidup tak kunjung tiba. 

Tahukan Anda, ternyata ada beberapa hal yang menghalangi rezeki itu sampai kepada kita. Apa saja yang menyebabkan terhalangnya sumber-sumber penghidupan bagi kita?

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang lebih akrab dengan panggilan Lem Faisal, malam mengurai dengan rinci sebab-sebab terhalangya rezeki tersebut.

Dalam kitab Ta'limul Muta'alim, seperti diuraikan Lem Faisal, rezeki itu terhalang salah satunya disebabkan karena seseorang berlaku dosa dan bergelimang kemaksiatan kepada Allah Swt.

"Ada banyak penyebab atau kondisi yang menyebabkan Allah SWT "menahan" rezeki yang bersangkutan. Diantaranya karena dosa dan maksiat yang dilakukan seseorang hamba," ungkap Tgk Faisal Ali.

Menurut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh ini, dosa adalah penghalang utama datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya." (HR Ahmad).

"Jika dosa menyumbat aliran rezeki, maka taubat akan membukanya. Karena itu, bila rezeki terasa susah, perbanyaklah taubat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita serta memperbanyak ibadah," jelas ulama yang akrab disapa Abu Sibreh ini.

Pimpinan Dayah Mahyal 'Ulum Al Aziziyah Sibreh ini menambahkan, maksiat dan kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark-up, dan lainnya akan membuat rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang.

Ciri rezeki yang tidak berkah itu mudah dikeluarkan untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah SWT serta membawa penyakit baik itu penyakit lahir maupun penyakit batin (iri, dengki, dan lain-lain).

Bila kita telanjur melakukannya, segera bertabat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Enggan bersedekah juga menjadi faktor penghambat rezeki. Padahal, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.

Lebih lanjut Tgk. Faisal Ali juga menyebutkan beberapa penyebab lainnya yang bisa menghambat rezeki seperti tidur di pagi hari usai shalat subuh, banyak tidur dari pada bekerja, tidur dalam keadaan telanjang, rumah yang kotor dengan sarang laba-laba, makan dalam keadaan junub serta berjalan tidak sopan di depan orang yang lebih tua.

Berikut Hal yang mengahalangi Datangnya rezeki:

1. Tidur Setelah Shubuh | Tidur di pagi setelah shalat shubuh bisa menyebabkan fakir harta juga fakir ilmu. Karena waktu yang paling baik untuk belajar dan bekerja adalah di pagi hari. Dengan tidak tidur di pagi hari kita bisa memperoleh ilmu dan rizki yang banyak.

Bangun pagi daapaat mendatangkan segala kemudahan dan dapat menambah nikmat, terutam rezeki. 

Menulis dengan baik adalah termasuk kunci kunci rezeki, menegakkan shalat dengan penuh hormat, khusuk dengan menyempurnakan yang rukun, wajib, sunat, daan disiplin moral (adab)nya.

Selain itu, tidur setelah Ashar juga tidak dianjurkan dan akan menghalangi mudahnya rezeki yang datang kepada kita. 

Banyak tidur tidak mendatangkan manfaat bagi kesehatan manusia, orang hanya memiliki sedikit ilmu jika pekerjaannya hanya tidur sahaja.

Selain itu di bawah ini adalah beberapa hal lainnya yang dapat menghalangi rezeki kita

2. Tidur dengan telanjang
3. Kencing telanjang
4. Makan dalam keadaan junub
5. Membiarkan makanan yang terjatuh
6. Menyapu rumah dengan sapu tangan
7. Menyapu rumah pada malam hari
8. Membiarkan sampah di dalam rumah
9. Berjalan di muka/di hadapan orangtua
10. Memanggil orangtua dengan nama keduanya
11. Membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah
12. Meremehkan shalat

Ingin Rezeki Berlimpah? Jalankan Kebiasaan Ini

Pedagang buah-buahan di Istanbul, Turki
PERSOALAN rezeki menjadi bagian terpenting dari yang dicari manusia saat ini. 

Orang berlomba- lomba mencari kelebihan penghasilan untuk memenuhi keinginan hidup.

Nah, untuk yang sedang menggapai keberkahan rezeki tetapi belum juga sempurna seperti yang diinginkan, ada baiknya ikuti panduan berikut untuk menyempurnakan keberkahan rezeki Kita. 

Beberapa poin di bawah ini merupakan intisari cara membuka pintu rezeki yang redaksi sarikan dari situs muslim Al-Sofwah merujuk sumber Kitab "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan.

1. Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)

2. Istighfar dan Tobat
Termasuk sebab yang mendatangkan rizki adalah istighfar dan tobat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam, "Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak- anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12).

Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."

3. Tawakkal Kepada Allah
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)

4. Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sabda Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:

"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari).

5. Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya, "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39). 

Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apa pun yang kamu infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."

6. Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani).

Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi SAW telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah.
Beliau bersabda, artinya, "Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)

8. Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya, "Wahai Anak Adam bersungguh- sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu.
Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."

Nah, poin-poin di atas bisa dijalankan jika kita ingin segera meraih kelapangan dan keberkahan rezeki. 

Tidak percaya? silahkan diamalkan dengan niat ikhlas dan tulus. Lalu lihat apa yang terjadi setelah itu!