Mengenang Kehilangan


KEHILANGAN  adalah perkara menyakitkan dalam kehidupan kita, apalagi kehilangan sesuatu yang teramat berharga yang terenggut dari keseharian hidup. Seperti halnya kehilangan anak yang teramat dicintai yang pergi untuk selamanya.

Adalah Sophan Sosila,  AT penulis buku “Anakku Bunga Surgaku” yang merekonstruksi kembali bagaimana kehilangan itu bermula. Dibangun dari fakta nyata dan sumber objektif yang menceritakan Desky Putra Fhandika, anak laki-laki pertama milik Sophan yang harus pergi menghadap Sang Khalik.

Pahit! adalah gambaran dari paragraf demi paragraf yang ditulis Sophan di bukunya tersebut. Mengalir dari awal, hingga kepergian anaknya itu terjadi, Sophan dengan sempurna merangkai detik-detik kabar duka itu bermula. Tidak banyak, seorang Ayah mampu menuliskan kembali kisah kesedihan yang dialaminya dalam sebuah buku, biografi orang yang telah meninggal.

Jarang juga ditemukan buku biografi anak yang diceritakan ulang oleh orangtuanya dengan sumber-sumber objektif di lingkaran anaknya. Sophan mampu merangkai catatan demi catatan yang ia kemas menjadi kisah bersambung menjelang kepergian anak tercinta.

Buku ini, memang sangat subjektif bercerita sisi positif dari fakta-fakta seputar anak lelakinya bernama Desky. Namun, fakta positif tidak datang dari penulis sendiri melainkan dari para komentator yang dengan sukarela memberikan catatan ringan tentang kehidupan Desky sehari-hari. Seperti yang dikisahkan seorang Imam Masjid bernama Ustaz A Rani MY yang takjub dengan prosesi pengurusan jenazah yang tidak biasa.  Ia menceritakan masa hidupnya yang baru kali ini mendapati anak remaja yang begitu dicintai banyak orang, dishalatkan banyak orang, dan diantar ke pemakaman oleh banyak orang.

Tidak salah, jika Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banda Aceh, Khairurrazi memberikan sambutan dan menukilkan catatan tentang siswa berkarakter yang kepergiannya ditangisi banyak orang termasuk alumni SMA 1 yang jauh di atasnya ikut hadir di pemakaman.

Para orang tua, patut membaca buku “Anakku Bunga Surgaku” sebagai barometer melihat bagaimana anak-anak kita tumbuh dan berkembang di luar pantauan kita. Anakku Bunga Surgaku, adalah inspirasi anak yang tumbuh dalam kasih sayang dan kedisiplinan orangtuanya.

"Anakku Bunga Surgaku" adalah buku yang ditulis dengan cinta dan buliran air mata, sehingga kita yang membacanya juga larut dalam kesedihan yang memaksa kita untuk terus berdoa agar bunga surga itu juga ada dalam kehidupan kita.(*)



Baca juga :

SMA Negeri 1 Luncurkan Buku "Anakku Bunga Surgaku"
SMA Banda Acceh Luncurkan Buku Siswa Berkarakter
Foto Antara 



Versi  Audio : Menghitung Hari 

Post a Comment

أحدث أقدم