One Day One Juz

SEMULA saya ragu dapat ikut serta pada program One Day One Juz (ODOJ), tetapi karena yang mengajak saya bergabung adalah seseorang yang super sibuk, maka timbul pertanyaan saat itu dalam benak saya "Dia saja sempat dan bisa, kenapa saya tidak. Apalagi saya masih tergolong muda jika dibanding dengan yang mengajak saya."

Saat didaftarkan, saya belum mengerti apa-apa. Saya kira saya harus membaca Alquran satu juz setiap hari dan melaporkan bacaan via Blackberry Messenger di mana saya bergabung dalam satu grup berjumlah 30 orang. Pada hari di mana saya didaftarkan pada "Grup 464", tanggal 1 Januari 2014 saya langsung lapor ke admin, bahwa hari itu saya sudah tunaikan bacaan Alquran 1 Juz dan mulai dari juz pertama. Namun, kemudian saya tahu bahwa grup saya itu ternyata membagi bacaan untuk setiap peserta 1 Juz yang harus diselesaikan dan diberi waktu hingga pukul 21.00 Wib setiap harinya.

Semula saya merasa asing dengan istilah ODOJ, kedengarannya janggal dan lucu. Melihat status BB beberapa teman, saya baru sadar bahwa itu singkatan dari One Day One Juz. Saking bersemangat, bakda Maghrib di sela-sela istirahat bekerja, saya curi waktu untuk selesaikan bacaan 1 Juz dan hanya memerlukan waktu 1 jam, akhirnya selesai juz pertama, saat itu. Ada perasaan lain dan beban seperti terasa ringan. Yang jelas sulit dilukiskan dalam kata-kata, pokoknya begitu deh, sesuatu pisan!


Sambilan bekerja, saya mencoba cari tahu  informasi via internet tentang gerakan ini dan menemukan alamat www.onedayonejuz.org. Di situ saya mendapat banyak pengetahuan dan informasi lengkap terkait gerakan ini. Anehnya, gerakan ODOJ ini saat saya ikutserta justru belum diluncurkan, masih tahap sosialisasi tetapi pesertanya sudah mencapai 5.000 orang lebih. Secara resmi ODOJ akan dilounching tanggal 11 Mei 2014 bertepatan dengan 11 Rajab 1435 H di Istiqlal, Jakarta dengan jumlah peserta 11.100 odojers.

Tapi, hingga Selasa (1/1/2014) malam jumlah anggota sudah mencapai 444 grup peserta laki-laki dan 1.111 grup peserta perempuan. Total 1.555 grup atau sebanyak 46.650 peserta yang biasa disebut sebagai odojer.
Masing-masing grup telah mulai beraktivitas membaca Alquran satu juz setiap hari. Mereka tergabung dalam grup yang dipandu seorang admin, misal pada grup Blackberry Mesengger (BBM) atau Whatsapp.

One Day One Juz adalah program yang diinisiasi oleh Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah umat Islam agar dapat membiasakan tilawah Alquran 1 juz sehari dengan memanfaatkan instant messenger.  Meski tergolong masih baru, namun gerakan ini menjukkan pertumbuhan yang pesat. Admin One Day One Juz, Ricky Adrinaldi, melalui pesan dalam grup ODOJ beberapa waktu lalu, menuliskan hanya dalam waktu 3 minggu gerakan ini sudah diikuti oleh 5.000 peserta.

“Rasa-rasanya baru kemarin ODOJ cuman berjumlah puluhan orang bahkan untuk mengaktifkan sebuah grup ikhwan saja butuh waktu 15 hari. Sekarang dalam waktu kurang lebih hanya 3 minggu jumlah member sudah hampir menyentuh angka 5000. Subhanallaah, hanya dalam waktu 3 minggu,” tulis Ricky yang saya baca pada salah satu situs dari banyak situs yang mengutif tulisan Ricky.

ODOJ pada 2 Januari 2014 juga telah menyempurnakan layanan gerakan tersebut, tim IT ODOJ kemudian merampungkan metode pendaftaran satu pintu melalui web. Kamis, tepat pukul 00.00 WIB aplikasi pendaftaran ODOJ telah dilaunching.

Odojer Aceh

Nah, karena saya menetap di Aceh lalu saya hubungi beberapa Odojer Aceh yang saya kenal dalam grup tilawah. Nourman Hidayat, adalah orang pertama yang mengajak saya ikut serta di gerakan ini. Odojer dari Aceh Besar yang sudah saya kenal sejak 2005 ini, ia berbagi kesan dengan saya selama ikut program ini. Nourman merasakan betul manfaat bergabung di gerakan ini dan menilai gerakan ini sebagai anugerah bagi umat Islam.

“Gerakan ini adalah anugerah Allah Swt kepada kaum muslimin di Indonesia dan Aceh khusunya. Anak saya yang sepuluh tahun juga sudah bergabung di sini di grup 434,” ujar Nourman Hidayat yang tergabung dalam grup 44.

Dengan semangat '45 ia kirim sms ke saya, begini isinya : Gerakan ini menjadi pertanda akan semakin bergairahnya orang membaca Alquran. Menurutnya, fenomena baru dunia saat ini adalah dengan mudah kita menemui anak muda, artis, mahasiswa, pekerja yang membaca Alquran di ruang publik. Di bandara, kantor, pesawat dan di mana saja kita dengan mudah menjumpai mereka yang membaca Alquran.


Tak puas dengan kesan Nourman Hidayat, saya hubungi Teuku Farhan yang juga tergabung di grup 419. Pengakuan dia sungguh sangat jujur. Ia mengakui ada perbedaan sebelum dirinya gabung di ODOJ. “Dulu baca cuma dua lembar, baca 1 Juz teras berat sekali dan cuma Ramadhan saja. Sekarang alhamdulillah lebih terasa ringan menyelesaikan 1 juz. Mudah-mudahan terus istikamah setiap hari,” ujarnya sambil mengakui bahwa sebelum bergabung tidak terlalu disiplin membaca Alquran.

Suatu keanehan?

Hari ketiga saya ikut dan selesai menamatkan setiap tilawah yang diamanahkan oleh admin di grup, yakni Suardika Putra. Di hari ketiga itu pula saya bertanya kepada beberapa Odojer tentang kesan mereka ikut di program itu. Rata-rata ada pengakuan tentang sebuah situasi yang sulit diterima akal ketika dengan ikhlas mereka melaksanakan program ini.

Kawan saya di lain grup--tak saya sebutkan namanya-- ia bercerita, tiba-tiba mengalami suatu kejadian di mana orang-orang membayar hutang dengan tiba-tiba, tidak seperti biasanya. Begitu pun, ketika saya tanya ke teman lain, kabarnya, tidak hanya itu. Ada banyak kemudahan yang Allah Swt berikan kepada para odojer yang ikhlas dan berusaha istikamah.

Seorang ibu di Aceh Besar, Iim Fatimah, juga mengirim pesan via BBM. Ia mengaku sudah lama menderita migrain yang tak kunjung sembuh, dan mudah memarahi anak-anak di rumah jika sedang banyak pekerjaan. "Subhanallah dengan mendisiplinkan membaca Alquran, Alhamdulillah dengan sendirnya sekarang migrainnya sudah sembuh dan lebih dapat mengendalikan amarah terutama kepada anak-anak," tulis ibu tiga orang anak ini.

Ah... ini kejadian tidak masuk akal dan akan berujung fitnah jika saya dan Anda tidak bijak memahami keadaan ini. Tetapi saya yakin, inilah keberkahan dalam Alquran yang kita baca itu. Dan saya pun mendapati hal serupa, ketika tiba-tiba ada orang menelpon saya menawarkan pekerjaan editing naskah dengan nilai cukup besar. Terburu-buru meminta saya dan melakukan penawaran, lalu menyetujui tawaran saya. Alhamdulillah...

Sahabat dan teman sekalian yang membaca tulisan ini, jangan terlalu mendalami ulasan tulisan yang terakhir ini.  Bisa saja hanya kebetulan dan mungkin tidak akan Anda alami, sebagaimana dialami odojers lainnya. Memahami ini semua, saya teringat buku yang berisi soal melejitkan rezeki dengan dhuha dan tahajud. Menjalani tips di buku tersebut, memang membuka banyak kemudahan dan tanpa sadar, kita mendapati semua keinginan.

Karena kita juga pernah belajar tentang niat, maka saya sarankan jika Anda ingin ikut program ODOJ, luruskan niatnya terlebih dahulu. Niatkan semata ingin disiplin membaca Alquran. Soal keajaiban setelah itu, saya yakin ODOJ  hanyalah salah satu bagian dari cara mendisiplinkan kita dalam banyak hal. Dengan disiplin dalam bekerja dan disiplin menghargai waktu, ternyata dapat membawa perubahan kepada diri kita. Salah satunya, kemudahan rezeki.

Di sini, tentu mudah dipahamii, bahwa rezeki dan beragam kemudahan akan datang kepada mereka yang disipilin dalam hidup. Rezeki tidak datang untuk mereka yang melalaikan waktu, apalagi melalaikan ibadah. Nah, ini yang dapat saya bagi untuk Anda. Mau ikutan disipilin dan  menjadikan Alquran bacaan setiap hari, yuk ikutan di ODOJ... sok atuh baca di sini saja informasinya www.onedayonejuz.org. (*)

 # baca juga ini : Bagaimana Cara Mengajinya?
# Cara daftar :  daftar 























1 تعليقات

أحدث أقدم